Faktor Determinan Perilaku Pedagang dalam Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Berbahaya pada Jajanan Sekolah Dasar di Wilayah Kecamatan Laweyan Surakarta

Authors

  • Ghefira Nazma Arroyan Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Windi Wulandari Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.55606/jpikes.v6i1.7180

Keywords:

Food Additives, Food Safety, Hazardous Food Additives, School Canteen Snacks, Vendor Behavior

Abstract

School canteen foods in elementary school settings carry a significant risk of containing hazardous chemical substances including methane yellow, rhodamine B, formalin, and borax which pose serious health threats to young children. This research aimed to examine the determinant factors associated with vendor behavior regarding the use of prohibited food additives in snacks sold around elementary schools in Laweyan District, Surakarta. An observational quantitative method with a cross-sectional design was employed. The study involved 80 street vendors recruited through total sampling, alongside laboratory testing of 140 food samples. Data collection was carried out using structured questionnaires, field observation, and documentation review. Analysis was conducted at both univariate and bivariate levels. Findings revealed that the majority of vendors fell within the 30–49 year age range (55.0%), attained junior high school as their highest education level (36.3%), and had been operating their business for over five years (67.5%). Most vendors demonstrated unfavorable attitudes (58.8%) and poor behavioral practices (53.8%) concerning unpermitted food additives. Statistical testing indicated no significant association between vendor behavior and the variables of age (p=0.637), educational background (p=0.340), duration of trade (p=1.000), or attitude (p=0.422). These outcomes suggest that the tendency to use hazardous food additives is not meaningfully driven by demographic or individual characteristics alone, but rather appears to stem from economic pressures, insufficient specific awareness of food safety, and inadequate regulatory enforcement. The study underscores the necessity for targeted, behavior-based educational interventions as a means of fostering safer food preparation practices and safeguarding the health of the school-age population.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akabanda, F., Hlortsi, E. H., & Owusu-Kwarteng, J. (2017). Food safety knowledge, attitudes and practices of institutional food-handlers in Ghana. BMC Public Health, 17, 40. https://doi.org/10.1186/s12889-016-3986-9

Ali, H., & Gustina, M. (2019). Analisis kandungan zat pengawet pada jajanan bakso di sekolah dasar wilayah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 7(1), 59–63. https://doi.org/10.37676/jnph.v7i1.788

Almansour, A., et al. (2022). Food safety knowledge, attitudes, and practices among food handlers: The role of educational level. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(5), 1–14.

Amalia, G. R., Elvandari, M., & Andriani, E. (2024). Hubungan pengetahuan dan sikap pedagang jajanan dengan perilaku penggunaan bahan tambahan pangan. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(4), 9374–9381.

Asdar, M., Natsir, M. F., & Nur, N. H. (2024). Analisis kandungan rhodamin B dan methanil yellow pada jajanan sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 5(2), 215–224.

Aulia, D., Nurvinanda, R., & Ardiansyah. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi jajanan tidak sehat pada anak sekolah. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1). https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.41598

Barnabas, B., Bavorova, M., Madaki, M. Y., & Kächele, H. (2024). Food safety knowledge, attitudes, and practices of food vendors. Journal of Consumer Protection and Food Safety, 19, 199–212. https://doi.org/10.1007/s00003-023-01476-3

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2015). Pengetahuan bahan berbahaya. Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya.

Budiman, K., & Sari, M. H. (2019). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap pedagang kaki lima dengan perilaku higiene sanitasi pengolahan makanan di Alun-Alun Gresik. Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara, 3(1), 261–266.

Fitriani, D., Susanti, R., & Lestari, P. (2020). Faktor yang berhubungan dengan perilaku pedagang dalam penggunaan bahan tambahan pangan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130.

Hadiana, A. B. (2018). Identifikasi siklamat pada pangan jajanan anak sekolah dan keluhan kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 191–200. https://doi.org/10.20473/jkl.v10i2.2018.191-200

Halimah, N., Suryaningsih, S., Mindara, J. Y., & Hidayat, S. (2016). Pengujian kandungan zat pewarna rhodamin B pada beberapa jenis makanan dengan mini spektrofotometer absorpsi portabel. Prosiding Seminar Nasional Fisika (E-Journal) SNF2016 UNJ. https://doi.org/10.21009/0305020205

Komalasari, E., & Widiawati, D. (2020). Tingkat kepatuhan pedagang pangan jajanan terhadap cara produksi pangan yang baik. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi, 5(3), 158–166. https://doi.org/10.36722/sst.v5i3.375

Kurniawan, S., & Santoso, B. (2018). Analysis of factors affecting the use of FAM behavior in food traders group in the environment Ponorogo all district market south region. Journal of Global Research in Public Health, 4(1), 54–61.

Kurniawati, D., & Setyaningsih, Y. (2021). Faktor yang berhubungan dengan praktik keamanan pangan pada pedagang makanan jajanan sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(2), 113–120.

Miratania, Y., & Rahmalia, D. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pedagang dalam penggunaan bahan tambahan pangan jajanan anak sekolah. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 3(2), 105–111.

Nisa, M. F., Jayadi, L., & Fajar, I. (2022). Analisis zat pewarna merah rhodamin B pada gula kapas di Kabupaten Pasuruan. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(1), 33–40. https://doi.org/10.31290/jpk.v11i1.2718

Nopiyanti, N., Krisnawati, Y., & Heriani, S. (2018). Studi kasus jajanan yang mengandung boraks dan formalin di Taman Kurma Kota Lubuklinggau. BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains, 1(2), 115–125. https://doi.org/10.31539/bioedusains.v1i2.397

Nurjanah, L. (2018). Penggunaan pemanis buatan dalam es dan bubur ditinjau dari etika bisnis Islam [Skripsi, IAIN Metro].

Osei, J., Mensah, G., & Boateng, D. (2024). Experience and food safety compliance among informal food vendors: Evidence from urban markets. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(2), 845.

Pratama, A. R., Lestari, S., & Hidayat, T. (2024). Determinan perilaku penggunaan bahan tambahan pangan pada pedagang jajanan anak sekolah. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 23(1), 56–64.

Pratiwi, L., Astuti, D., & Hidayat, T. (2018). Hubungan lama kerja dengan praktik higiene sanitasi pedagang makanan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 34–40.

Rahmawati, E., & Kusumaningrum, A. (2022). Identifikasi penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan di wilayah Surakarta. Jurnal Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, 15(1), 56–64.

Ramli, A. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kandungan zat pewarna sintetik methanyl yellow pada jajanan anak sekolah dasar di Kecamatan Pontianak [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Pontianak].

Sari, D. P., & Widyastuti, Y. (2021). Analisis keamanan pangan pada jajanan anak sekolah dasar di Kota Surakarta. Jurnal Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, 14(2), 115–123.

Surati, S. (2015). Bahaya zat aditif rhodamin B pada makanan. Biosel: Biology Science and Education, 4(1), 22–29. https://doi.org/10.33477/bs.v4i1.526

Syachruni, S., Hansen, H., & Suhelmi, R. (2023). Hubungan pengetahuan dan perilaku tentang bahan tambahan makanan dengan kualitas pangan pada pedagang. Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan, 4(1), 67–73. https://doi.org/10.25077/jk3l.4.1.57-63.2023

Utami, R., & Nugroho, A. (2021). Peran jajanan anak sekolah terhadap asupan gizi dan konsentrasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, 14(2), 87–95. https://doi.org/10.30812/nutriology.v2i1.1240

Wahyuni, S., Nuraini, R., & Saputra, D. (2022). Hubungan karakteristik pedagang dengan penerapan higiene sanitasi makanan jajanan di lingkungan sekolah. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(3), 187–195.

Wardhani, S. L. W., & Kusuma, M. W. (2023). Kajian kebijakan relokasi Teras Malioboro dalam rangka optimalisasi minat belanja wisatawan dan peningkatan PAD Provinsi DIY. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 17(3), 205–214. https://doi.org/10.53916/jeb.v17i3.72

Widjaja, W. (2019). Pengaruh motivasi belajar terhadap minat berwirausaha siswa SMA XYZ di Jakarta Barat. Jurnal Ilmu Manajemen, 8(2), 37–45. https://doi.org/10.32502/jimn.v8i2.1819

Wulandari, F., Rahman, A., & Setiawan, D. (2021). Pengaruh pengalaman kerja terhadap praktik keamanan pangan pedagang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 16(3), 210–217.

Wulandari, R., Prasetyo, B., & Lestari, P. (2023). Peran lingkungan sosial dalam perilaku keamanan pangan pedagang kaki lima. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2), 110–118.

Wulandari, W., Rahayu, A. S., & Sari, A. A. (2023). Faktor yang berhubungan dengan personal hygiene pedagang makanan jajanan di pasar tradisional Surakarta. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 15542–15550. https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i3.20681

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Ghefira Nazma Arroyan, & Windi Wulandari. (2026). Faktor Determinan Perilaku Pedagang dalam Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Berbahaya pada Jajanan Sekolah Dasar di Wilayah Kecamatan Laweyan Surakarta. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan, 6(1), 554–568. https://doi.org/10.55606/jpikes.v6i1.7180

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.