Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan Bagi Masyarakat Desa Muara Merang Kabupaten Musi Banyuasi Provinsi Sumatera Selatan
DOI:
https://doi.org/10.55606/jpmi.v5i2.7042Keywords:
Control, Education, Forest Fires, Muara Merang, Peat SwampsAbstract
Muara Merang Village, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province, is an area dominated by peat swamp ecosystems, making it highly vulnerable to forest and land fires. Repeated forest and land fires negatively impact the environment, public health, and social and economic activities. Therefore, forest fire prevention education activities for the Muara Merang Village community were implemented as an effort to increase knowledge, awareness, and community participation in preventing forest and land fires. The implementation methods included direct outreach, interactive discussions, and the delivery of educational materials on the causes of fires, their impacts, the prohibition of land burning, and community-based fire prevention measures. The results of the activities showed an increase in community understanding of the importance of protecting the environment and an active role in preventing and early detecting forest and land fires. This education also encouraged a shared commitment between the community and village stakeholders in maintaining environmental sustainability. Forest fire prevention education activities are expected to be a strategic step in supporting control efforts.
Downloads
References
Agus, F., & Subiksa, I. M. (2008). Lahan gambut: Potensi untuk pertanian dan aspek lingkungan. Balai Penelitian Tanah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. http://www.icraf.cgiar.org/sea
Amri, A., Zaharani, A., Rizki, C., Harianja, L. M., & Prameswari, N. (2024). Dampak bencana kebakaran hutan terhadap lingkungan dan upaya penanggulangan di Indonesia. Jurnal Riset Tindakan Indonesia (JRTI), 9(2), 159–166. https://doi.org/10.29210/30035130000
Apriansyah, T., Yunardi, S., & Yuningsih, L. (2024). Analisis dampak kebakaran hutan terhadap masyarakat Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Sylva, 13(2), 68–73. https://doi.org/10.32502/sylva.v13i2.9689
Arisman. (2020). Analisis tren kebakaran hutan dan lahan di Indonesia periode tahun 2015–2019. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 6(1), 1–9. https://doi.org/10.29303/jstl.v6i1.131
Endarwati. (2016). Buku analisis hotspot dan karhutla tahun 2016 (P. Judin, Ed.). Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Direktorat Jenderal Planologi dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kurniasari, F., Kurniawan, S., Nopriani, L. S., & Rachmanadi, D. (2021). Analisis sifat kimia gambut pasca kebakaran dengan berbagai upaya pemulihan hutan di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(1), 221–230. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2021.008.1.25
Marlina, S. (2017). Pengelolaan ekosistem gambut pasca kebakaran lahan gambut di Provinsi Kalimantan Tengah. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 2(1), 26–30. https://doi.org/10.33084/mitl.v2i1.129
Meiwanda, G. (2016). Kapabilitas pemerintah daerah Provinsi Riau: Hambatan dan tantangan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 19(3), 251–262. https://doi.org/10.22146/jsp.15686
Oktania, A. D., Kurnain, A., & Razie, F. (2024). Karakteristik kimia tanah gambut pada tiga tipe penggunaan lahan. Acta Solum, 2, 101–106. https://doi.org/10.20527/actasolum.v2i2.2440
Permatasari, N. A., Suswati, D., Arief, F. B., Aspan, A., & Akhmad, A. (2021). Identifikasi beberapa sifat kimia tanah gambut pada kebun kelapa sawit rakyat di Desa Rasau Jaya II Kabupaten Kubu Raya. Agritech, 23(2), 167–186. https://doi.org/10.30595/agritech.v23i2.12616
Rahadian, T. D. A., Prasetyo, Y., & H. (2016). Analisis sebaran dan perhitungan hotspot menggunakan citra satelit NOAA-18/AVHRR dan Aqua MODIS berbasis algoritma kanal termal. Jurnal Geodesi Undip, 5, 275–284. https://doi.org/10.14710/jgundip.2016.10599
Saharjo, B. H., & R. A., N. M. (2021). Pola sebaran titik panas (hotspot) sebagai indikator terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Barat. Jurnal Silvikultur Tropika, 12(2), 60–66. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.12.2
Umasangaji, S. (2017). Kebijakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Jurnal Demokrasi & Otonomi Daerah, 15(2), 85–164. https://jdod.ejournal.unri.ac.id/index.php/JDOD/article/download/5279/4951
Utomo, B., & A., Y. B. (2022). Analisis tingkat bahaya karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 10(1), 30–41. https://doi.org/10.14710/jwl.10.1.30-41
Zulkifli, Z., Ismail, I., & Kamarubayana, L. (2017). Studi pengendalian kebakaran hutan di wilayah Kelurahan Merdeka Kecamatan Samboja Kalimantan Timur. Jurnal AGRIFOR, 16(1), 141–150. https://doi.org/10.31293/af.v16i1.2600
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







