Estetika Kolaborasi Musik Gerabah Dan Synthesizer Dalam Pertunjukan Teater Kontemporer Komunitas Kembali

Authors

  • Luqyana Anjaryava Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Syamsul Rizal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Wahyuning Tiyas Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.55606/sokoguru.v6i1.7266

Keywords:

Estetika, Gerabah, Proses Kolaborasi, Synthesizer, Teater Kontemporer

Abstract

Menganalisis estetika kolaborasi instrumen gerabah dan synthesizer dalam pertunjukan teater kontemporer Komunitas Kembali. Kerangka analisis menggunakan teori estetika A.A.M. Djelantik, yaitu wujud, bobot, dan penampilan, serta dibantu pembacaan proses kolaboratif untuk menjelaskan cara perbedaan material bunyi dinegosiasikan dalam ruang panggung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus melalui observasi proses latihan dan dokumentasi pertunjukan, wawancara dengan pelaku musik dan teater, serta studi pustaka. Data direduksi sesuai satuan temuan, yakni proses kolaborasi, wujud bunyi, bobot makna, dan penampilan dalam adegan. Hasil menunjukkan bahwa gerabah menghasilkan bunyi organik, kering, berongga, dan tidak sepenuhnya stabil, sedangkan synthesizer menghadirkan lapisan elektronik yang panjang dan atmosferik. Pertemuan keduanya membentuk estetika kontras, bukan sekadar peleburan bunyi. Bobot karya muncul melalui dialog lokalitas, kerja tubuh, teknologi, dan modernitas. Implikasinya, material lokal seperti gerabah dapat dikembangkan sebagai instrumen musikal, elemen visual, sekaligus perangkat dramaturgis dalam praktik pendidikan seni pertunjukan kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571.https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Batubara, J. (2021). Destinasi: Kolaborasi kreatif musik digital, puisi dan tari. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 22(1), 1-11. https://doi.org/10.24821/resital.v22i1.5866.

Damaraji, W. K. K., Nugroho, A. Q., Humaira, J. A., Putri, S. T. S., Maharani, D. G. H., Demokrasi, G. P., & Dasuki, N. P. (2024). Kolaborasi musik rock kentongan melalui kreativitas generasi muda Mukela Banyumas. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 26(1), 63-74. https://doi.org/10.26623/jdsb.v26i1.9689

Dewi, M. O. R. (2021). Pelibatan idiom musik tradisi dalam “Game Land No.5” karya Slamet Abdul Sjukur. PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik, 9(1). https://journal.isi.ac.id/index.php/promusika/article/view/5422

Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Ginting, A. A., Simamora, S., Perangin-angin, G. E., Silitonga, A., & Sidauruk, N. H. (2024). Pengaruh kolaborasi musik tradisional Karo dengan musik modern di kalangan masyarakat. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 11(5), 2129-2133. https://doi.org/10.31604/jips.v11i5.2024.2129-2133

Haris, A. S. (2019). Gettrung, nonconventional musical instrument from wood. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 21(1), 15-28. https://doi.org/10.26887/ekspresi.v21i1.682

Hasanudin [@accan_]. (2026). Foto dokumentasi kegiatan [Foto Instagram]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DHhNZwuzTBQ/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Idris, M. Z., Mustaffa, N., & Yusoff, S. (2016). Preservation of intangible cultural heritage using advance digital technology: Issues and challenges. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 16(1), 1-13. https://doi.org/10.15294/harmonia.v16i1.6353

Jayantoro, S. (2018). Transformasi konfrontatif komposisi gamelan baru: Revitalisasi penciptaan inovatif dan peran vital perguruan tinggi seni. Kêtêg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi, 18(1), 25-38.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Ohi, R., & Wijayanto, A. N. (2023). Transformasi Polopalo sebagai media hiburan masyarakat Gorontalo di Lihuta Lo Polopalo. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 9(3), 997-1004. https://doi.org/10.32884/ideas.v9i3.1389

Ramadhani, F. A., & Rachman, A. (2019). Resistensi musik keroncong di era disrupsi: Studi kasus pada O.K Gita Puspita di Kabupaten Tegal. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik, 1(1), 41-51. https://doi.org/10.24036/musikolastika.v1i1.18

Reffali, S., Hidayah, Y., & Suharti, E. (2025). Estetika kolaborasi musik tradisi-modern: Studi kasus komposisi Peucang oleh SORA. Paraguna, 12(1). https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/paraguna/article/view/4323

Rizal, S. (2019). Struktur pola tabuh Rampak Bedug pada Sanggar Bale Seni Ciwasiat Kabupaten Pandeglang. Panggung, 29(4). https://doi.org/10.26742/panggung.v29i4.1053

Rizal, S. (2021). Nilai-nilai karakter dalam Kesenian Rampak Bedug Ciwasiat Kabupaten Pandeglang. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 6(1), 70-85. https://doi.org/10.30870/jpks.v6i1.10341

Sahid, N., Syafii, A. S. H., Sathotho, S. F., Yuliadi, K., & Purwanto, L. (2025). The impact of digital technology on various traditional theaters: An examination of the sociology of arts. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 25(2), 448-463. https://doi.org/10.15294/harmonia.v25i2.24730

Sasongko, M. H., & Supriyadi, S. (2021). Dialektika musik tradisi atas musik modern pada musik hybrid di Keraton Yogyakarta. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik, 3(1), 9-17. https://doi.org/10.24036/musikolastika.v3i1.59

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukotjo. (2021). Kolaborasi alat musik Barat dan alat musik tradisional dalam Gambang Kromong Betawi. PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik, 9(2), 109-122. https://doi.org/10.24821/promusika.v9i2.6428

Sumarsono, A., & Sukotjo. (2024). Musik etnik di era modern: Inovasi dan tradisi dalam karya kreatif. PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik, 12(2), 77-89. https://doi.org/10.24821/promusika.v12i2.13867

Sunardi, Saka, P. A., Sulastuti, K. I., Mulyana, A. R., Ansari, I., Novianto, W., & Soemanto, R. B. (2025). Aesthetic transformation of Javanese Wayang performances in the digital era. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 25(1), 211-226. https://doi.org/10.15294/harmonia.v25i1.11320

Supriatna, N., Sukmayadi, Y., & Purwanto, A. (2025). Tarawangsa traditional music: An ethnomusicological study in Sukaluyu Village, Girimukti Village, Sumedang. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 25(1), 131-143. https://doi.org/10.15294/harmonia.v25i1.21453

Turyati, T., & Sriwardani, N. (2020). Pertunjukan seni Talawengkar sebagai atraksi seni budaya di Desa Sitiwinangun Kabupaten Cirebon. Panggung, 30(3), 441-453. https://doi.org/10.26742/panggung.v30i3.1270

Published

2026-05-28

How to Cite

Luqyana Anjaryava, Syamsul Rizal, & Wahyuning Tiyas. (2026). Estetika Kolaborasi Musik Gerabah Dan Synthesizer Dalam Pertunjukan Teater Kontemporer Komunitas Kembali. SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(1), 497–509. https://doi.org/10.55606/sokoguru.v6i1.7266

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.