Peningkatan Keterampilan Gerak Dasar Tari Melalui Model Pembelajaran Tutor Sebaya Bagi Siswa Kelas VIII A Di SMP Madinatul Hadid Cilegon
DOI:
https://doi.org/10.55606/sokoguru.v6i1.7220Keywords:
Keterampilan Gerak Dasar Tari, Tutor Sebaya, Penelitian Tindakan Kelas, Pendidikan Tari, SMP Madinatul Hadid CilegonAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar tari melalui model pembelajaran tutor sebaya pada siswa kelas VIII A di SMP Madinatul Hadid Cilegon. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta penilaian praktik berdasarkan tujuh indikator, yaitu ketepatan gerak, keseimbangan, kelancaran, koordinasi, ketepatan irama, ekspresi, dan kerapihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, yaitu rata-rata kelas meningkat dari 50,2 pada pra-siklus menjadi 60 pada Siklus I (meningkat sebesar 19,52%) dan kembali meningkat menjadi 75 pada Siklus II (meningkat sebesar 25%). Persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) juga mengalami peningkatan, dari 16% (4 siswa) pada pra-siklus, menjadi 40% (10 siswa) pada Siklus I, dan mencapai 96% (24 siswa) pada Siklus II. Seluruh indikator yang dinilai, seperti koordinasi, keseimbangan, kelancaran, ketepatan irama, serta kepercayaan diri siswa, menunjukkan peningkatan secara konsisten pada setiap siklus. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran tutor sebaya sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar tari, serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kolaboratif, interaktif, dan menyenangkan di lingkungan sekolah menengah pertama.
Downloads
References
Atmadibrata, E. (1992). Angklung dan perkembangan musik bambu di Indonesia. Bandung: Pustaka Jaya.
Djamarah, S. B. (2010). Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Rineka Cipta.
Filly, B. F. L., & Wahyuningtyas, T. (2025). Implementasi pembelajaran ekstrakurikuler tari melalui metode tutor sebaya. Jurnal Pendidikan Seni Pertunjukan, 8(1), 12–25.
Gardner, H. (2011). Frames of mind: The theory of multiple intelligences (3rd ed.). Basic Books.
Hadi, S. (2017). Koreografi: Bentuk, teknik, isi. Cipta Media.
Lubis, A., Susanti, R., & Pratiwi, D. (2025). Keterampilan gerak dasar tari sebagai pondasi pembelajaran seni tari di sekolah menengah. Jurnal Ilmu Pendidikan Seni, 12(2), 78–94.
Murgiyanto, S. (2015). Pertunjukan budaya dan akal sehat. Komunitas Senrepita Yogyakarta & Ford Foundation.
Sari, D. P., & Nugroho, A. (2022). Penerapan metode tutor sebaya dalam meningkatkan keterampilan tari tradisional siswa SMP. Jurnal Penelitian Pendidikan Seni, 9(2), 101–118.
Slavin, R. E. (2019). Cooperative learning: Theory, research, and practice (2nd ed.). Allyn & Bacon.
Soedarsono, R. M. (2018). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi (Ed. ke-3). Gadjah Mada University Press.
Sudjana, N. (2017). Dasar-dasar proses belajar mengajar (Ed. ke-12). Sinar Baru Algensindo.
Sutikno, M. S. (2014). Metode dan model-model pembelajaran: Menjadikan proses pembelajaran lebih variatif, aktif, inovatif, efektif, dan menyenangkan. Holistica.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







