Peningkatan Keterampilan Gerak Dasar Tari Melalui Model Pembelajaran Stad Pada Siswa Kelas VIII Di SMPN 1 Kramatwatu Kabupaten Serang
DOI:
https://doi.org/10.55606/sokoguru.v6i1.7227Keywords:
Keterampilan Gerak Dasar Tari, Model Pembelajaran STAD, Seni BudayaAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan gerak dasar tari siswa kelas VIII di SMPN 1 Kramatwatu yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional dan rendahnya rasa percaya diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan gerak dasar tari melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes praktik yang mencakup aspek wiraga, wirama, dan wirasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model STAD mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan interaksi sosial dalam kelompok dan pencapaian nilai rata-rata serta ketuntasan klasikal yang melampaui kriteria ketuntasan minimal pada akhir Siklus II. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran STAD efektif dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar tari siswa di SMPN 1 Kramatwatu.
Downloads
References
Arikunto, Suharsimi. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Bandem, I Made, & Murgiyanto, Sal. (1996). Teater Daerah Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.
Budiningsih, Asri. (2015). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hadi, Sumandiyo. (2006). Seni Tari: Kajian Teori dan Praktik. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Hopkins, David. (2011). A Teacher’s Guide to Classroom Research. New York: McGraw-Hill.
Irwanto, I., Taufik, R. A., Hernawan, H., & Rizal, S. (2019). Efektivitas multimedia interaktif dan mobile learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni budaya. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 4(1), 36–54
Isjoni. (2016). Pembelajaran Kooperatif: Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kemmis, Stephen, & McTaggart, Robin. (1988). The Action Research Planner. Victoria: Deakin University Press.
Lewin, Kurt. (1946). Action Research and Minority Problems. Journal of Social Issues.
Munawaroh, Siti. (2021). Psikologi Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Murgiyanto, Sal. (2012). Kritik Tari: Bekal dan Kemampuan Dasar. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Rizal, Syamsul, & Dewi, Vivi Ervina. (2023). Strategi Pembelajaran Gitar Klasik dalam Perlombaan FLS2N Tingkat Kota Serang di Provinsi Banten. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 8(1), 70–86
Sanjaya, Wina. (2019). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sekarningsih, dkk. (2006). Pendidikan Seni Tari. Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar.
Slavin, Robert E. (1995). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Boston: Allyn and Bacon.
Slavin, Robert E. (2015). Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.
Soedarsono. (1978). Pengantar Pengetahuan Tari. Yogyakarta: Akademi Seni Tari Indonesia.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Thahir, Andi. (2020). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







